Showing posts with label refleksi. Show all posts
Showing posts with label refleksi. Show all posts

Thursday, August 13, 2020

Ceritaku Diakhir Malam


Gagalpun Butuh Istirahat


Kisah itu telah kutinggalkan. 
Ada yang masih tertata rapi di meja perjalanan ini. 
Ada yang berserakan diinjak waktu dan urung kupungut. 
Semuanya tentang kisahku. 
Kisah hidup antara pergi, lalu datang lagi. Menjemputku tuk selalu berharap dan terus berharap. 
Hingga di titik ini aku lelah kalau hanya berharap. 
Aku ingin bukti, bukti kalau aku masih bisa berdiri, walaupun sakit selalu kembali. menyeruak di alam pikirku. 
Iya sakit itu telah menampar kaki dan tanganku tuk sadar, 
sadar bahwa hidup masih berlanjut dengan cerita baru yang lebih baik. 
Dan kisah ini kumulai lagi dengan tulisan lain di buku baruku, bukan untuk mengulang yang buruk tapi mulai menata yang sederhana menjadi luar biasa. Dari kekecewaan jadi kegembiraan dan dari ketiadaan menjadi ada. Dan kisah ini kututup sementara di malam ini, membiarkan dia mengendap sementara seiring mata yang berat dan otak yang berpikir tanpa henti. Semoga esok kisah ini masih ada yang indah dan selalu indah untuk hidup lebih baik.


Wtb 13 Agustus 2020

Saturday, December 31, 2016

Selamat tinggal 2016


(Refleksi akhir tahun)

2016 dengan banyak cerita telah kulalui dengan baik. Suka dan duka, tawa dan tangis mengiringi langkah pijak diriku di dunia mencerna semua problematika hidup dengan semua yang kumiliki walaupun mimpi tinggiku tuk menggapai apa yang amat kurindukan urung dilaksanakan tapi ku masih percaya bahwasanya hidupku adalah garis tangan sang khalik dan tidak bisa kubuat menjadi sulit saat semuanya sudah digariskan kepadaku. Aku hanya bisa menjalaninya saja, dengan sedikit dorongan dan semangat yang lebih baik dari hari, bulan dan tahun yang sebelumnya. Iya semangatlah yang mampukan aku tetap ada di antara sekian pencapaian ini, mengubah yang sulit menjadi mudah, membungkam mulut dan kerlingan mata tanda sinis para manusia yang seakan belum puas dengan yang dimilikinya dan menganggap dirinya paling suci di jagat raya ini. Argh...itulah hidup tak baik jika semuanya baik adanya  perlulah adanya yang kurang baik sebagai motivasi tak akan kuambil pusing, dan tak mau kudengar ocehan mereka karena bagiku hidup tak perlu sempurna, baik pun sudah cukup toh aku hidup bukan untuk menyenangkan mereka tapi mau belajar menjadi manusia yang sesungguhnya, belajar dari mereka yang kuyakini mampu mengubah tatanan hidup menjadi lebih baik. Ini prinsip dan bukan sok suci, ini refleksi akhirku tuk menyambut akhir tahun yang telah kujalani dengan susah payah hingga bertahan di detik ini walaupun kutahu pasti tanpa kuberkatapun kaki dan tanganku ini masih terus melangkah menyusuri lorong gelap kehidupan yang belum kutahu kapan ujungnya. Hati dan pikiranku semua yang kumiliki telah kupatrikan pada Dia dan biarkan Dia yang kuyakini menuntunku melangkah sampai kutemukan siapa aku di dunia. Dan kuakhiri semua tulisan ini dengan sebuah kalimat sederhana sebagai kata penyambut tahun baru "Aku Tetap Disini, Dan Akan Terus Disini, Tanpa Harus Kuberlari Jauh Meninggalkan Yang Telah Disiapkan Bagiku. Aku Masih Bisa dan Akan Selalu Bisa Karena Tuhan Mencintaiku Dalam Diam-Nya,"

Wtbl 31 desember 2016

Larinya HRS, Bukti Kalau Dia Manusia

    Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan berita soal Habib Rizieq Shihab. Bukan soal pelanggaran protokol kesehatan saat tiba ...