Monday, August 31, 2020

Gerah Melihatmu Pongah

(Catatan Untuk Para Pemimpin)

Negeriku merasa pongah,
Lupa jalan tuk Sejahtera,
Lalu, biarkan kami mencicipi lelah dengan roti basi.
Perjuangan dilupakan, memaki kami dengan enaknya di kursi empuk itu. 
Lantas berlalu pergi saat tangan menyapa.
Penyakitan kata mereka. 
Argh....
Gerah memuncak mencapai titik puncak dan kamu
iya kamu merasa besar sendiri. 
Sendiri besar tapi lupa suaramu suara kami. 
Suara orang tak bersuara. 

Thursday, August 27, 2020

Dia Perempuanku


Dia Perempuanku, 
Perempuan yang buat hitam jadi putih,
sunyi jadi riuh, sepi jadi ramai dari tiada nenjadi ada.
Cintanya buatku lupa gagalku,
Buatku percaya indah itu ada di cerita ini,
Hingga...
Perempuan yang kugakumi itu berlalu pergi, 
Tinggalkan cerita dan cintanya di senja hari ini
tanpa pernah kembali seperti kemarin
Waktu merenggutnya dari inginku untuk bertahan,
dan berjalan bersama. 
Pilihannya pergi buatku seolah jatuh terjerembab dari menara mimpi yang kubangun, 
Sakit dan mungkin menyisahkan luka yang cukup membekas. 
Sendiriku kembali lagi. 
Aku kembali kehilangan perempuan senjaku. 
Lalu cerita perginya kembali saat rindu ini tersemat pada nama perempuan itu. 
Dia kembali tapi bukan lagi senjaku. 
Dia milik mentari pagi itu. 
Dia butuh cahaya terang  bukan lilin, dia butuh cinta tulus bukan egois.
Dia butuh semua yang tidak kumiliki. 
Iya dia pantas bahagia walaupun sakit itu buatku lupa cara berjuang tuk senja lainnya. 
Walaupun, hingga kini,
aku terus berharap waktu bisa membantuku kembali dan memperbaiki cintaku.
Terima kasih senjaku,
kamu berhasil buatku bahagia walaupun itu hanya sementara.

Wtb (26/8)

Saturday, August 15, 2020

Neraka Itu Bernama Sunyi

 

Cerita Sunyi Dimulai

 

Daun mulai berjatuhan menjejali jalan sunyi kota ini. Sedang burung yang diatasnya sedari tadi berkicau tanpa henti seolah mengejekku yang terpaku diam tanpa kata. Seolah menunjukkan kepada dunia ada sunyi lain yang lebih sunyi dari sunyinya kubur tempat para pemilik hidup kembali ke khaliknya. 

Pikiranku kosong. Isinya pun sudah tidak bisa dijelaskan, semua hanya masa lalu. Iya masa dimana saya pernah menambatkan hati kering ini pada taman cinta yang basah. Menyentuh akhlakku dengan senyumnya, menenggalamkanku dalam mimpi indahnya bahkan di titik tertentu membuat cahaya hati yang sebelumnya padam, menyala kembali. Iya cahaya cintanya mengajarkanku melupakan banyak hal tentang diriku yang pernah segobloknya mencintai orang hingga bayangnya pun tidak pernah lepas dari ingatanku. Kegagalan masa lalu direngkuhnya dengan cintanya itu, membuatku mengakui bahwa dialah yang terbaik dan menjadi pilihan logis tuk selanjutnya. 

"Tidak pernah ada kata putus. Jiwa kita sudah terpaut dalam raga yang haus dalam cinta yang tulus. Dan saya merasakan dunia ini telah menyetujui kita di rumah yang sama. Akan sulit bagiku melupakan apa perjuangan kita,"kata perempuan yang selanjutnya kusebut senjaku itu. 

Iya sebutan itu adalah sebuah pengakuanku pada bumi juga pada alam yang mampu menghadirkan perempuan lain selain ibuku yang begitu saya cintai dan hormati. Dia perempuan kedua yang membuatku patuh hingga bertekuk lutut dihadapannya. Bagiku dialah kaki dan tanganku yang selalu membuatku mematahkan ego diri yang terlampau besar. Kemarahanku dapat dengan mudahnya luluh dengan suaranya dari kejauhan, menjadikanku begitu bodoh dalam kata maaf. Begitupun dengan manjanya. 

"Argh sudahlah,"gumamku lirih. 

Ingin melupakan semua yang indah dan mematikan kenangan itu sekarang namun semuanya terasa berat untuk kulakukan. Semakin aku menenggelamkan kenangan itu ke dasar laut, semakin dia kembali lebih kuat. Bahkan menyeretku kembali ke cerita itu lagi dan lagi sampai aku lupa sudah berapa kali cerita itu harus kuulang lagi. 

"Aku menerimamu dalam sederhanamu. Kamu berbeda dan buatku jatuh cinta sampai lupa berapa kali saya gagal. Kamu berbeda,"jawabku kala kuharus dihadapkan pada sebuah ragunya. 

Dan itu kuanggap sebagai cerita keyakinan yang mesti dia tanyakan walaupun aku tidak terlalu menyukai hal yang semacam itu. Bagiku saat aku mencintainya aku percaya bahwa cintaku itu jawaban bukan untuk dipertanyakan lagi. Tapi sudahlah, dia wanita, wanita yang juga pernah dikecewakan dan patut untuk dipahami.

 

 

Bersambung….

 

 

Friday, August 14, 2020

Indah Itu Kamu

 

Indah Itu Kamu..
Sederhana namun bermakna. 
Sulit namun mampu diselami. 
Indah itu kamu..
Yang beri rasa tetap ada
Dan buat keyakinan membuncah dalam diam
Indah itu kamu..
Yang selalu ada 
Dan buatku percaya kamulah yang terindah.
Senjaku...


Wtb (14/11/2019)

Thursday, August 13, 2020

Ceritaku Diakhir Malam


Gagalpun Butuh Istirahat


Kisah itu telah kutinggalkan. 
Ada yang masih tertata rapi di meja perjalanan ini. 
Ada yang berserakan diinjak waktu dan urung kupungut. 
Semuanya tentang kisahku. 
Kisah hidup antara pergi, lalu datang lagi. Menjemputku tuk selalu berharap dan terus berharap. 
Hingga di titik ini aku lelah kalau hanya berharap. 
Aku ingin bukti, bukti kalau aku masih bisa berdiri, walaupun sakit selalu kembali. menyeruak di alam pikirku. 
Iya sakit itu telah menampar kaki dan tanganku tuk sadar, 
sadar bahwa hidup masih berlanjut dengan cerita baru yang lebih baik. 
Dan kisah ini kumulai lagi dengan tulisan lain di buku baruku, bukan untuk mengulang yang buruk tapi mulai menata yang sederhana menjadi luar biasa. Dari kekecewaan jadi kegembiraan dan dari ketiadaan menjadi ada. Dan kisah ini kututup sementara di malam ini, membiarkan dia mengendap sementara seiring mata yang berat dan otak yang berpikir tanpa henti. Semoga esok kisah ini masih ada yang indah dan selalu indah untuk hidup lebih baik.


Wtb 13 Agustus 2020

Tuesday, October 16, 2018

Kamu tetap Kamu

Ada ruang rindu terselip dalam doa.
Doaku setiap mata terpejam, dan doa saat mata menatap mentari.
Buat hariku berbeda dan lebih hidup.
Kamu, iya kamu telah bangkitkan percayaku, menarikku keluar dari takut untuk berjuang lagi dan lagi. Kamu adalah alasanku tetap berdiri tegak, berjalan penuh optimisme sambut hariku, dan selalu jadi penopang saatku lelah. Iya masih kamu dengan sejuta alasan tak terungkap. Baringkan raga rapuh ini, dan tenangkan jiwa yang terlampau suram. Kamu tetap kamu yang buatku nyaman hingga mulut ini  percaya bahwa Cinta itu indah.

Saturday, February 3, 2018

Hidup itu harus diperjuangkan



Hidup selalu punya makna. Memiliki sisi manis dan pahit, bagai sisi mata uang yang menyatu namun kemudian berbeda karena ada yang membedakannya. Begitu pun jalan hidup ini, selalu mengintari dan menglingkupinya hanya dengan kata baik dan buruk tanpa punya pilihan lain untuk mengungkapkannya karena inilah realitanya. Tidak akan ada orang yang memilih menjadi orang baik, dan tidak akan ada orang yang kemudian memilih menjadi orang jahat (buruk). begitu pun dengan diri ini yang punya dua sisi hidup yang membuatku harus mengakui bahwa sejauh ini saya belumlah sempurna bagi mereka yang mengenalku. Walaupun saya tahu bahwa sempurna itu hanyalah ilusi ciptaan manusia belaka dan tidak bisa menyentuh sedikitpun ketidaksempurnaan Sang Khalik, namun hal itulah yang harus  diperjuangkan sebagai sebuah alasan kenapa kita diberi kesempatan untuk merasakan aura kehidupan di dunia ini. Sifat keras kepala, emosional, dan semua yang sisi gelap yang dimiliki seolah jadi bumbu perjalanan kehidupan ini yang larut dalam air pengharapan untuk berubah menjadi figur lain di luar diri ini. Hingga, semua terasa berbeda di titik ini. Iya berbeda karena diri ini harus melawan keinginan untuk mempertahankan diri yang dianggap sudah mencapai titik klimaks dan enggan untuk berbalik kembali memungut serpihan sisi lain yang telah kutinggalkan, termasuk membuka lembar demi lembar kertas kisah kelam yang telah kututup rapat, walaupun diantara semua kisah itu ada yang telah kuanggap penting. Ketakutan akan masa lalu yang teramatlah yang membuatku keengganan itu menyeruak di dinding pikir ini, menggerogotinya hingga tak tersisa lagi untuk ku. saya tidak mau hidupku hanya berkutat pada rasa bersalah akan kesalahan masa lalu yang lantas membuat mereka menjadi kecewa dan memilih pergi dari diriku yang seegois ini. Dan kini takdir itu pun seperti kembali dengan kisah yang berbeda saat semuanya telah kuyakinkan selesai di titik ini, hingga kulupa kalau tanda koma itu masih ada menglingkupinya dan merenggutnya dari diriku. Tinggalkan puzzle yang belum lengkap untuk buatnya sempurna. Lalu??
Petualangan akan hidup ini kini kumulai lagi dari titik nol. Dari ketiadaan dan kehampaan untuk membuatnya menjadi ada kembali walaupun harus diakui bayangan semu kegagalan itu akan lekat terus seiring langkah kaki yang tidak akan berhenti di titik ini. Karena bagiku masih banyak yang harus kukejar untuk hidup dan bagi mereka yang telah mencintaiku sejauh ini. Ruang membalas itu telah disiapkan, tinggal kupakai dengan semua yang kumiliki ini walaupun harus menguras semua tenaga dan pikiran yang ada, walaupun kesadaran ini cukup paham bahwa itu tidak akan cukup membuat mereka membalas. Saat meninggalkan yang dibelakang, bergerak selangkah lebih baik dari hari kemarin membuat impian itu menjadi sebuah kenyataan untuk kurengkuh. Selalu ada ruang kembali, dan berjuang seperti sedia kalanya. Membentuk diri dengan tarikan nafas keberhasilan, dan mengembuskannya kembali untuk membuat orang bangga pernah meninggalkan diri yang rapuh. Perubahan itu tidak butuh orang lain, andalah yang menciptakannya sendiri dan siap untuk menjalankannya sebagaimana anda sebagai pejuang.


Wtb/FXBK

Tuesday, January 30, 2018

Rindu II

Namamu Rindu,
iya Rindu, tepatri dalam jiwa,
didekap malam dan pagiku, 
menghantarku melanglang buana di negeri seribu satu mimpi,
membuatku lupa kalau Rindu hanya sementara
bersemayam dalam relung hatiku karena Rindu ini akan berganti nama secepat Rindu itu pergi..


wtb/FXBK

rindu 1

Sajak Rindu

Rindu berpeluh duka, menjelajahi raga yang kalut. Biarkan jiwa terlepas dalam ingin lalu tersentak pergi. 
Malam teriak dan terus berteriak
menakar yang belum sempat diraih
namun kaki tak bisa lagi melangkah 
dan tangan ini, aw sama saja tak mampu lagi berbuat.
Dan Rindu tetaplah rindu, 
berjalan seiring akhlak yang tak mampu menjawab, 
mengikuti hati yang sudah terlebih dahulu beranjak dari singgasana kenyamaan 
dan meninggalkan luka di sisinya.
Aw...rindu akan tetap rindu, 
rindu yang tak bisa tergantikan walau hari tak lagi sama, dan bulan telah berganti nama. 
Dan rindu itupun masih ada, kemarin, hari ini dan di masa yang akan datang.
#SelamatMenikmatiHidupmu

Sajak Pengantar Mimpi

Kutulis kisahku saat semua yang kuharapkan tak lagi sama, 
seperti awan pada langit, bunga pada tanah.
Rumit, dan tersisih
Mengundang tanya tapi minim jawaban, 
sia-sia dan lenyap.
Tinggalkan raga yang menyepi dan terus menyepi, 
menoleh pada kilas balik hidup namun pantang maju.
Mencoba bersuara pada titik ini, tapi lidah seolah keluh bercampur luka di dalamnya.
Semua pupus saat kamu bukan dia yang kucari...

#SajakPengantarMimpi"
wtb/FXBK

Sunday, January 28, 2018

CATATAN HIDUP YANG DILUPAKAN

Refleksi Tentang Malam


Salahku adalah membiarkan tangan ini melukiskan kisah di balik sisi hidup seorang yang mulai jengah dengan proses pembiaran akan makna dibalik realitas kehidupan yang terlipat oleh waktu. Dan Kutulis kisah ini saat aku tidak lagi bersama mereka yang senantiasa menjadi inspirasiku, tidak juga bersama kumpulan manusia yang senantiasa bercermin tentang ke-diri-an mereka yang tidak sempurna. Iya...hidup telah mengantar aku pada perbedaan ruang dan waktu, menyeretku pada pasungan keadaban hidup yang mulai berdiri menguasai sendi akhlakku dan menciptakan sebuah patron bahwa hidup adalah cerminan kegagalanku untuk menguasainya kembali.  Bagi kebanyakan mereka, aku hanya binatang jalanan yang mulai belajar untuk memaknai hidup dengan cara pandangku tanpa harus beriktiar untuk menganggap perbedaan sebagai sebuah keharusan untuk mencoba menjadi orang lain bagi mereka, aku tetap seperti yang dulu. Aku hanya tidak bisa membedakan sebuah cita-cita dan hayalan hingga aku terjerembab pada lubang keangkuhan walaupun keangkuhan ini tak lantas buatku melupakan siapa kalian, dan bagaimana kalian di mataku. Kalian tetap yang terbaik, aku hanya mau menjadi penting ketika orang yang kalian anggap penting mulai melupakan kalian. Aku memang binatang namun masih punya pikiran dan hati untuk melihat hidup ini sebagai sebuah proses belajar yang berbeda dengan pendidikan formal yang kujalani sejauh ini. Aku tetap seperti yang dulu dengan semua ceria yang kalian ajarkan, dengan tangis yang kalian berikan tuk bantuku berdiri sampai saat ini aku dapat menjadi manusia seutuhnya. Tanpa harus hidup dalam kepura-puraan yang semu, atau hanya sekedar menjadi penggembira ditengah kekalutan hidup ini karena hidup selalu punya makna keras diawal namun selalu lembut diakhit ceritanya sembari menunggu saat yang tepat untuk Tuhan mempertemukan kita kembali di titik yang sama walaupun di waktu yang berbeda.

wtb,28/1


Larinya HRS, Bukti Kalau Dia Manusia

    Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan berita soal Habib Rizieq Shihab. Bukan soal pelanggaran protokol kesehatan saat tiba ...