Blogku adalah kumpulan tulisan kecilku yang kuambil dan kuramu menjadi sebuah lukisan hidup yang bergerak dari pengalaman harianku
Monday, August 31, 2020
Gerah Melihatmu Pongah
Thursday, August 27, 2020
Dia Perempuanku
Saturday, August 15, 2020
Neraka Itu Bernama Sunyi
Cerita Sunyi Dimulai
Daun mulai berjatuhan menjejali jalan sunyi kota ini. Sedang burung yang diatasnya sedari tadi berkicau tanpa henti seolah mengejekku yang terpaku diam tanpa kata. Seolah menunjukkan kepada dunia ada sunyi lain yang lebih sunyi dari sunyinya kubur tempat para pemilik hidup kembali ke khaliknya.
Pikiranku kosong. Isinya pun sudah tidak bisa dijelaskan, semua hanya masa lalu. Iya masa dimana saya pernah menambatkan hati kering ini pada taman cinta yang basah. Menyentuh akhlakku dengan senyumnya, menenggalamkanku dalam mimpi indahnya bahkan di titik tertentu membuat cahaya hati yang sebelumnya padam, menyala kembali. Iya cahaya cintanya mengajarkanku melupakan banyak hal tentang diriku yang pernah segobloknya mencintai orang hingga bayangnya pun tidak pernah lepas dari ingatanku. Kegagalan masa lalu direngkuhnya dengan cintanya itu, membuatku mengakui bahwa dialah yang terbaik dan menjadi pilihan logis tuk selanjutnya.
"Tidak pernah ada kata putus. Jiwa kita sudah terpaut dalam raga yang haus dalam cinta yang tulus. Dan saya merasakan dunia ini telah menyetujui kita di rumah yang sama. Akan sulit bagiku melupakan apa perjuangan kita,"kata perempuan yang selanjutnya kusebut senjaku itu.
Iya sebutan itu adalah sebuah pengakuanku pada bumi juga pada alam yang mampu menghadirkan perempuan lain selain ibuku yang begitu saya cintai dan hormati. Dia perempuan kedua yang membuatku patuh hingga bertekuk lutut dihadapannya. Bagiku dialah kaki dan tanganku yang selalu membuatku mematahkan ego diri yang terlampau besar. Kemarahanku dapat dengan mudahnya luluh dengan suaranya dari kejauhan, menjadikanku begitu bodoh dalam kata maaf. Begitupun dengan manjanya.
"Argh sudahlah,"gumamku lirih.
Ingin melupakan semua yang indah dan mematikan kenangan itu sekarang namun semuanya terasa berat untuk kulakukan. Semakin aku menenggelamkan kenangan itu ke dasar laut, semakin dia kembali lebih kuat. Bahkan menyeretku kembali ke cerita itu lagi dan lagi sampai aku lupa sudah berapa kali cerita itu harus kuulang lagi.
"Aku menerimamu dalam sederhanamu. Kamu berbeda dan buatku jatuh cinta sampai lupa berapa kali saya gagal. Kamu berbeda,"jawabku kala kuharus dihadapkan pada sebuah ragunya.
Dan itu kuanggap sebagai cerita keyakinan yang mesti dia tanyakan walaupun aku tidak terlalu menyukai hal yang semacam itu. Bagiku saat aku mencintainya aku percaya bahwa cintaku itu jawaban bukan untuk dipertanyakan lagi. Tapi sudahlah, dia wanita, wanita yang juga pernah dikecewakan dan patut untuk dipahami.
Bersambung….
Friday, August 14, 2020
Indah Itu Kamu
Thursday, August 13, 2020
Ceritaku Diakhir Malam
Tuesday, October 16, 2018
Kamu tetap Kamu
Ada ruang rindu terselip dalam doa.
Doaku setiap mata terpejam, dan doa saat mata menatap mentari.
Buat hariku berbeda dan lebih hidup.
Kamu, iya kamu telah bangkitkan percayaku, menarikku keluar dari takut untuk berjuang lagi dan lagi. Kamu adalah alasanku tetap berdiri tegak, berjalan penuh optimisme sambut hariku, dan selalu jadi penopang saatku lelah. Iya masih kamu dengan sejuta alasan tak terungkap. Baringkan raga rapuh ini, dan tenangkan jiwa yang terlampau suram. Kamu tetap kamu yang buatku nyaman hingga mulut ini percaya bahwa Cinta itu indah.
Saturday, February 3, 2018
Hidup itu harus diperjuangkan
Tuesday, January 30, 2018
rindu 1
Sajak Pengantar Mimpi
Sunday, January 28, 2018
CATATAN HIDUP YANG DILUPAKAN
Salahku adalah membiarkan tangan ini melukiskan kisah di balik sisi hidup seorang yang mulai jengah dengan proses pembiaran akan makna dibalik realitas kehidupan yang terlipat oleh waktu. Dan Kutulis kisah ini saat aku tidak lagi bersama mereka yang senantiasa menjadi inspirasiku, tidak juga bersama kumpulan manusia yang senantiasa bercermin tentang ke-diri-an mereka yang tidak sempurna. Iya...hidup telah mengantar aku pada perbedaan ruang dan waktu, menyeretku pada pasungan keadaban hidup yang mulai berdiri menguasai sendi akhlakku dan menciptakan sebuah patron bahwa hidup adalah cerminan kegagalanku untuk menguasainya kembali. Bagi kebanyakan mereka, aku hanya binatang jalanan yang mulai belajar untuk memaknai hidup dengan cara pandangku tanpa harus beriktiar untuk menganggap perbedaan sebagai sebuah keharusan untuk mencoba menjadi orang lain bagi mereka, aku tetap seperti yang dulu. Aku hanya tidak bisa membedakan sebuah cita-cita dan hayalan hingga aku terjerembab pada lubang keangkuhan walaupun keangkuhan ini tak lantas buatku melupakan siapa kalian, dan bagaimana kalian di mataku. Kalian tetap yang terbaik, aku hanya mau menjadi penting ketika orang yang kalian anggap penting mulai melupakan kalian. Aku memang binatang namun masih punya pikiran dan hati untuk melihat hidup ini sebagai sebuah proses belajar yang berbeda dengan pendidikan formal yang kujalani sejauh ini. Aku tetap seperti yang dulu dengan semua ceria yang kalian ajarkan, dengan tangis yang kalian berikan tuk bantuku berdiri sampai saat ini aku dapat menjadi manusia seutuhnya. Tanpa harus hidup dalam kepura-puraan yang semu, atau hanya sekedar menjadi penggembira ditengah kekalutan hidup ini karena hidup selalu punya makna keras diawal namun selalu lembut diakhit ceritanya sembari menunggu saat yang tepat untuk Tuhan mempertemukan kita kembali di titik yang sama walaupun di waktu yang berbeda.
wtb,28/1
Larinya HRS, Bukti Kalau Dia Manusia
Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan berita soal Habib Rizieq Shihab. Bukan soal pelanggaran protokol kesehatan saat tiba ...




